Titiari Hikmawati,S.Pd

MENCOBA MENULIS. TULISAN MENGHASILKAN SEBUAH KENANGAN.SAYA BISA DIHUBUNGI DI 085290246454. ...

Selengkapnya

Tamu adalah Raja

TAMU ADALAH RAJA

Seringkali kita jengkel jika tamu tidak mengenal waktu. Apalagi tamu itu tidak mengerti kondisi kita saat mereka datang. Tapi mungkinkah kita bisa menolak tamu tersebut? Kita mengatakan banyak yang harus kita selesaikan sehingga kita tidak bisa menerima tamu itu sewaktu – waktu. Itu bisa terjadi kalau tamu datang sudah duduk agak lama, terus kita mengatakan dengan hati – hati bahwa memiliki kepentingan yang tidak bisa ditunda. Jika suatu kejadian tamu itu datang, kita sedang tidur dengan lelapnya. Apa yang terjadi : mungkinkah kita akan bangun dengan terkaget – kaget kemudian luapkan semua emosi kita pada saat itu juga. Menurut hukum alam sah – sah saja. Dia kaget teramat sangat sehingga meluapkan emosi yang berlebihan. Bagaimana jika hal ini terjadi di lingkungan masyarakat Jawa yang masih kental dengan unggah -ungguh? Orang Jawa memang masih mengutamakan rikuh pakewuh dengan orang lain, apalagi tamu sebagai raja. Saya berpikir jika tamu yang datang terus mengganggu tidur kita merupakan orang terpandang / disegani di masyarakat, apakah kita juga bisa bersikap seperti itu? Peristiwa ini baru saya alami ketika saya bertamu di rumah adik ipar. Saya sudah mengetuk setiap pintu dan tidak ada jawaban dari dalam rumah. Saya mencoba telepon adik karena mau meminjam cas hp. Adik bilang kalau suaminya ada dan masih tidur di ruang tengah. Atas perintah adik, saya mengetuk kaca jendela sambil mengatakan,” Om,om...ada di rumah?” Apa yang terjadi : gubrak ….!!! Bukan jawaban salam yang bagus tapi sikap dan kelakuan yang luar biasa liarnya. Saya juga tidak menyangka kalau adik ipar bisa melakukan ini pada saya. Saya mencoba berpikir positif dan mengoreksi penyebab masalah ini. Saya menyadari masalah ini berasal dari saya . Saya mengesampingkan sisi orang lebih muda yang tidak menghormati kakak iparnya. Saya menasehati diri sendiri tidak boleh menghakimi orang lain karena tidak sopan tapi dia punya alasan sendiri kenapa bersikap begitu pada saya sebagai kakak iparnya. Hanya saya mempunyai tekad akan memperlakukan tamu layaknya seorang raja yang wajib dihormati dan berlaku sopan. Hanya Allah SWT yang tahu semua ini. Semua ini tentu ada karmanya suatu saat nanti. “Terima kasih dik…sudah memberiku pelajaran berharga untuk bisa menghargai orang lain.”

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Komentar

Besok2 di tulis jadwal bertamunya Bunda hehe... Salam

08 Nov
Balas

Bergabung bersama komunitas Guru Menulis terbesar di Indonesia!

Menulis artikel, berkomentar, follow user hingga menerbitkan buku

Mendaftar Masuk     Lain Kali